Dosen dan Tenaga Pendidikan Unissula Ikuti Pelatihan Keperawatan Syariah, Pahami Aspek Holistik hingga Spiritual
Semarang, – Dunia keperawatan kian berkembang, tidak hanya soal kompetensi teknis, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam. Hari ini, seluruh dosen dan tenaga pendidikan dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mengikuti pelatihan yang menjawab tantangan tersebut, yakni Pelatihan Keperawatan Berbasis Syariah. Acara ini menegaskan komitmen Unissula dalam melahirkan perawat profesional yang berlandaskan iman dan ilmu.
Pelatihan ini dibuka dengan pemaparan mendalam dari narasumber pertama, Dr. Iwan Ardian, SKM., S.Kep., M.Kep. Ia mengupas tuntas bahwa keperawatan syariah adalah bentuk pelayanan holistik yang memanusiakan pasien secara menyeluruh—mencakup aspek bio-psiko-sosio-kultural-spiritual. Menurutnya, pendekatan ini menjadikan setiap tindakan keperawatan sebagai ibadah, memberikan kenyamanan spiritual, moral, dan materiil bagi pasien, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk penyembuhan.
Sesi berlanjut ke materi yang lebih praktis, disampaikan oleh praktisi langsung dari Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA), Ns. Retno Wahyu Nugrahini, M.Kep, Fisqua. Dengan tema “Implementasi Asuhan Keperawatan di RS Syariah, Retno menjelaskan konsep muamalah kesehatan keperawatan syariah, yakni penerapan prinsip Islam dalam praktik dan sistem pelayanan.
Ia memaparkan, praktik ini mencakup beberapa prinsip utama, seperti keperawatan sebagai bentuk ibadah, semangat tolong-menolong (*ta’awun*), keadilan, serta etika untuk tidak merugikan pasien (*non-maleficence*). Implementasinya terlihat dalam berbagai aspek, mulai dari menjaga privasi pasien berdasarkan jenis kelamin, membantu pasien menjalankan ibadah, hingga membangun komunikasi efektif yang didasari rasa saling menghormati.
Tidak hanya soal merawat fisik, tetapi juga hati. Kami membantu pasien dalam memenuhi kewajiban agama, seperti sholat. Ini memberikan ketenangan batin bagi pasien dan memenuhi kebutuhan khusus mereka, jelas Retno.
Lebih dari sekadar praktik perorangan, keperawatan syariah juga diterapkan pada level institusi. Di Rumah Sakit Syariah, segala aspek—mulai dari tata kelola, penyediaan fasilitas islami seperti buku agama dan audio Islami di ambulans, hingga penataan ruang perawatan—diatur agar sesuai dengan kaidah syariah. Hal ini memastikan pelayanan yang diberikan aman, bermutu, dan efektif.
Melalui pelatihan ini, Unissula menunjukkan langkah progresifnya dalam membentuk perawat masa depan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Tujuannya jelas: menciptakan perawat yang mampu memberikan pelayanan terbaik, yang tidak hanya menyembuhkan raga, tetapi juga menenteramkan jiwa pasien.***ABR


